Wednesday, August 11, 2010

Sampah Saja

Sebenarnya judulnya merupakan inti dari nasihat yang diberikan seorang kawan yang sudah lama, sekitar setengah tahun, nggak berkontak di MSN. Katanya kalo ngeblog gak usah mikir, anggap aja nulis buat diri sendiri. Gatau deh itu bener apa salah.

Oke jadi mari kita mulai saja dengan cerita hari ini. Berhubung sekarang saya sudah berdomisili di Indonesia, tepatnya di Bandung, agaknya saya belum terbiasa sama udara dingin di sini, beda sama di Ostrali cing, percayalah. Oke skip skip, hari ini puasa pertama, tapi apa yang terjadi oh ternyata saya nggak puasa karena satu hal bulanan, yaaa yang cewek pasti tau. Jadi demi menghormati mereka yang puasa, saya dan beberapa rekan halangan mengendap-ngendap ke depan toilet dan memakan jeruk, beberapa dari mereka berteriak ANJRIT GUE NYIUM BAU JERUK biasa aja kali.

Oke hari ini kuliah menggambar daun, sungguh canggih, maaf saya masih TPB, jangan pedulikan umur saya. Alhamdulillah nggak disuruh ngulang uhuy i love you mbak jadi malam ini saya agak free tugas, tapi bosen juga, makanya ngeblog aja. Maaf ya obrolannya jadi nggak jelas ke arah mana soalnya saya lagi pusing nyium bau kaki sendiri. Sumpah kayak bau ikan asin hoek, maaf yang lenje pada mual.

Ngomong-ngomong, sekarang saya lagi ceting sama adek yang masih terperangkap kuliah di Ostrali, ngomongin tentang kucing di kosan whatsoever, katanya ntar dia libur 5 bulan dan nggak mau balik ke tanah air. Rupanya jiwa nasionalismenya sudah pudar *asal*

Okelah gatau mau ngomong apa lagi, untuk yang nanyain kabar partner menulis saya, si A, tenang saja, dia baik-baik saja, baru minggu kemaren ketemu di MOI dan seperti biasa menyuruh saya untuk segera mengganti Nokia dengan Belekberi hahha mungkin lain waktu. Sebagai penutup saya akan menyajikan satu foto saya bersama beberapa rekan FSRD 2010. Diambil menggunakan kamera warisan mamak, Yashica Electro 35, pretty old huh? Maaf belom mampu beli kamera beneran.




Kelihatannya menyenangkan?




Ada yang bilang kayak iklan jaman dulu...

Monday, June 28, 2010

Addiction

“Addiction is the hallmark of every infatuation - based love story. it all begins when the object of your adoration bestows upon you a heady, hallucinogenic dose of something you never even dared to admit that you wanted - an emotional speedball, perhaps, of thunderous love and roiling excitement. soon you start craving that intense attention with the hungry obsession of any junkie. When the drug is withheld, you promptly turn sick, crazy and depleted. (not to mention resentful of the dealer who encouraged this addiction in the first place but who now refuses to pony up the good stuff anymore - despite that the fact that you know he has it hidden somewhere, goddamn it, because he used to give it to you for free). Next stage finds you skinny and shaking in the corner, certain only that you would sell your soul or rob your neighbors just to have that thing even one more time. Meanwhile, the object of your adoration has now become repulsed by you."

Taken from: Eat, Pray, Love by Elizabeth Gilberth


Ps: gue ngga lagi dalam masa jatuh cinta atau patah hati. Tapi penggambarannya jeung Liz (Elizabeth Gilberth) di buku ini bagus banget, bukan? ;)

Hello (again)

Hello there, this is The A writing.

Sudah berapa lama kami tidak posting? Lama Sekali
dalam waktu yang Lama Sekali ini gue dan The P telah mengalami berbagai macam suka duka lara ceria yang tidak tertulis disini. hemm.. sebenernya kita udah niat mau update blog ini dari bulan Januari, tapi apa daya.. akhirnya baru ketulis sekarang.

Fakta yang terjadi dalam rentang waktu ini antara lain:
1. The P balik ke Indonesia, for good. Tahun ini The P ngelanjutin kuliah di ITB ngambil FSRD. gue super duper happy for her karena menurut gue emang The P berminat dan berbakat di FSRD, bukan kimia (hanya berpendapat).

2. The P baru saja terserang DBD Demen Berondong dan Duren dan harus menginap beberapa hari di Rumah sakit di Bandung. Tapi sekarang udah sembuh. yeaayy!

3. Meskipun The P udah balik ke Indonesia tapi tetep aja gue bakalan ribet ketemuan sama dia karena ujung-ujungnya doi tinggal di Bandung. Tapi tak apa, tetep jauh di mata dekat di hati.

faktanya tentang The P semua? Betul.
fakta tentang gue?

Saya menjelma menjadi Mahluk Kampus.

Curcol: ngga tau kenapa, selepas SMA gue ngerasa kayak kembali ke diri gue semasa SD. gue jadi...... ambisius. Lebih ambisius dari biasanya. gue ngga tau deh ini bagus apa buruk. tapi kayaknya emang sekarang kayak gitu keadaannya. Jadi dimohon pengertiannya jika didalam posting saya terbaca agak kaku dan gimanaaa gitu. tapi yaaa saya tetap saya bukan? kalo rasanya gue berubah, mungkin bukan berubah.. tapi menambahkan (atau memunculkan) sesuatu yang memang sekarang udah harus hadir karena kapasitasnya memang sudah diperlukan.

Jadi, itulah kabar terakhir dari kami berdua.
Senang rasanya bisa bertemu kembali.

The A.

Wednesday, September 23, 2009

Idul Fitri dan Lain-lain

THIS IS THE P BANGKIT DARI KUBUR

Helo semuanya, saya kembali beraktivitas di spasi ini. Gue juga nggak ngerti kenapa hampir dua bulan ini hasrat menulis gue bagai terkubur di bawah dapur Titanic, padahal banyak banget cerita seru, makanya sekarang gue bingung nih mau cerita dari mana.

Btw, bokap-nyokap sekarang lagi di Australia juga, ceritanya nengokin anak tambah gendut apa nggak <-sumpah nggak penting.

Mari mulai sahaja dengan Eid Al-Fitr <-sok ngarab banget nulisnya. Gue lebaran kagak pulang ke Indonesia cing, jadilah saya lebaran dengan cara ber-barbeque-ria di halaman belakang lengkap dengan mashed potato *ketularan Cinta Laura*, nggak, nggak, gue boong yang bagian mashed potato-nya. Gue solat ied jam delapan pagi di mesjid komuniti islam Ostrali gitu. Gile ya solat ied siang bener, asal  lo tau gue biasanya jam 6 udah mulai kalo di Indonesia, gokil bener. 

Lebaran tiada lengkap tanpa mudik, berbekal doa dan jam tangan, kami sekeluarga berangkat ke San Remo, tempat di mana salah satu kerabat singgah. Tapi sungguh sayang hari Senennya saya dan adik harus menghadiri kegiatan akademis di kampus a.k.a nguliyeah. Mana gue ada tes praktikum hari itu.  Jadilah gue naek travel jam tuju pagi (adanya jam segitu cing) dari San Remo ke rumah, kira-kira sama lah modelnya kayak coach travel Bandung-Jakarta <-analogi yang buruk.

Tapi ya nyeeeeeet tempat duduknya nggak enak banget wuoy. Kayak tempat duduk bioskop di row depan yang kalo nonton mesti dongak ke atas. GRRR kembalikan sepuluh dollar sayaaarrrghh, alhasil saya pulang dengan punggung pegal dan leher tengklek. Dari stasiun gue mesti naik bus lagi ke rumah dan gue baru sadar satu hal: gue masih pake piyama.

Untung bus pagi penumpangnya belom banyak-banyak amat...

Mengapa saya masih memakai piyama? Karena saya belum mandi. Satu hal yang harus Anda sekalian ketahui, di sini jadwal mandi saya sangat dikompres ke titik minimum (kayak fisika aja), palingan dua hari sekalik, dingin coy <-alesan. Ya intinya gitu dah, dan kebiasaan tidak-mandi-sebelum-berangkat-kuliah ternyata berdampak buruk kepada kesehatan epidermis saya <-sok ilmiah padahal ngasal.

Punggung tangan gue jadi super kering dan patahannya itu membentuk luka retak, persis tekstur tanah pertanian kering yang suka ada di berita jam enam sore. Sumpah dah untuk yang ini gue kagak lebay, dari luka itu keluar darah hahahha, udah sampe sini mulai serem maka saya sudahi saja. Gara-gara nggak mandi itu, kegiatan baru saya yang berupa tidur-tiduran di padang rumput belakang gedung Science Faculty pun agak sedikit terganggu karena sesudahnya saya akan merasakan gatal yang amat sangat seperti dikerubungi jutaan kecoak (agak berlebihan), pokoknya rasanya begitu lah, dan bayangkan juga sehabis itu gue harus menghadiri kelas dengan pantat gatal hahaha. Intinya: JANGAN NGGAK MANDI SEBELUM KULIAH SAAT MUSIM SEMI.

Bagaimana kegiatan akademis saya? Berhubung di sini nggak ada yang namanya Lebaran Break, jadilah gue menjalankan asupan ilmu seperti biasa di ruang kelas. Sungguh melelahkan you know, but at last gue bakal dapet semester break minggu depan... tapi ada proyek juga jadi gak bisa libur ADUH (mahasiswa mengeluh mode on), okelah lupakan saja topik ini. Sebenernya yang gue mau bilang adalah: kenapa anak SMA di sini banyak liburnya? <-iri.

Salam malas,
the P